Media Vietnam Kaget Timnas Indonesia U-17 Kalahkan Korea Selatan di Piala Asia U-17 2025
Mponix - Jakarta, 6 April 2025 ā Kemenangan mengejutkan Timnas Indonesia U-17 atas Korea Selatan U-17 di ajang Piala Asia U-17 2025 bukan hanya menggema di tanah air. Prestasi membanggakan ini juga menjadi buah bibir di kawasan Asia Tenggara, termasuk di Vietnam. Sejumlah media terkemuka Negeri Naga Biru itu tak menyangka Indonesia mampu membungkam salah satu kekuatan terbesar sepak bola Asia level junior dengan skor 2-1.
Kemenangan ini menjadi sejarah tersendiri bagi skuad Garuda Muda yang kini tengah dipimpin oleh pelatih Bima Sakti. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Shah Alam, Malaysia, Indonesia tampil percaya diri dan mampu membalikkan prediksi banyak pihak. Gol-gol dari Evandra Florasta dan Arfan Saputra memastikan tiga poin penting di laga pembuka Grup C.
Reaksi Media Vietnam: Dari Tak Percaya hingga Kagum
Salah satu portal olahraga terbesar Vietnam, TheThao247.vn, dalam tajuk utama mereka menulis, āIndonesia Hancurkan Raksasa Asia! Garuda Muda Pukul Korea Selatan 2-1 di Laga Panas!ā
Dalam artikelnya, media tersebut mengungkapkan keterkejutan mereka atas hasil yang dianggap ādi luar nalarā, mengingat Korea Selatan merupakan tim dengan tradisi kuat di kelompok umur, dan bahkan difavoritkan menjadi juara di turnamen ini.
āIndonesia tampil layaknya tim besar. Mereka tidak hanya menang secara skor, tetapi juga secara mental dan organisasi permainan,ā tulis TheThao247.
Sementara itu, portal ZingNews.vn mengulas lebih dalam soal permainan disiplin dan gaya bermain Indonesia yang dinilai semakin āEropaā. Media ini juga menyebut bahwa Indonesia kini sudah sejajar dengan tim-tim kuat Asia seperti Jepang dan Korea Selatan dalam aspek taktik.
āIndonesia kini bukan lagi hanya mengandalkan fisik dan semangat. Mereka sudah sangat matang secara taktik. Pergeseran ini patut diwaspadai, apalagi dengan banyaknya pemain diaspora dan pembinaan elite yang mereka jalankan.ā
Dibandingkan dengan Vietnam U-17
Mponix Login - Beberapa pengamat sepak bola Vietnam juga membandingkan pencapaian Indonesia dengan performa Timnas Vietnam U-17 yang sedang kesulitan di grup yang lebih ringan. Dalam salah satu sesi talk show di stasiun televisi VTV Sport, pengamat senior Nguyen Thanh Luong menyampaikan:
āVietnam harus belajar banyak dari Indonesia. Mereka berani melakukan revolusi dalam pembinaan, mengirim pelatih-pelatih ke Eropa, dan merekrut pemain diaspora secara cermat. Hasilnya terlihat di turnamen ini.ā
Tak sedikit juga warganet Vietnam yang memberikan komentar pedas terhadap federasi mereka sendiri setelah menyaksikan kemenangan Indonesia atas Korea Selatan. Di media sosial, tagar seperti #BelajarDariIndonesia sempat trending di X (dulu Twitter) Vietnam.
Permainan Disiplin dan Efektif Indonesia Bikin Kaget
Kemenangan atas Korea Selatan bukan sekadar hasil keberuntungan. Statistik pertandingan menunjukkan bahwa Indonesia tampil sangat efisien dan taktis.
Statistik utama pertandingan:
Penguasaan bola: Korea Selatan 60% ā Indonesia 40%
Tembakan ke gawang: Korea Selatan 5 ā Indonesia 4
Peluang emas: Korea Selatan 3 ā Indonesia 3
Akurasi umpan: Korea Selatan 82% ā Indonesia 78%
Gol: Korea Selatan 1 ā Indonesia 2
Meskipun kalah dalam penguasaan bola, Indonesia mampu tampil efektif dalam melakukan counter-attack cepat. Dua gol yang dicetak Garuda Muda merupakan hasil dari transisi cepat dari belakang ke depan.
Evandra Florasta dan Arfan Saputra Banjir Pujian
Mponix Daftar - Media Vietnam juga memberi sorotan khusus kepada dua pemain Indonesia yang mencetak gol dalam laga tersebut: Evandra Florasta dan Arfan Saputra.
Evandra, yang dikenal sebagai striker lincah asal akademi Persija Jakarta, mencuri perhatian berkat gol penentu kemenangan di menit ke-82. Pergerakannya tanpa bola dan ketenangannya dalam penyelesaian akhir disebut setara dengan striker-striker muda Korea atau Jepang.
ZingNews.vn menulis: āEvandra Florasta bermain layaknya striker profesional. Insting dan kecepatannya bisa menembus pertahanan solid Korea Selatan. Pemain ini adalah aset besar Indonesia.ā
Sementara Arfan Saputra, yang mencetak gol pembuka lewat tendangan keras dari luar kotak penalti, disebut sebagai pemain ātanpa rasa takutā. Media Vietnam menyebutnya sebagai ādynamite midfielderā karena daya jelajah dan agresivitasnya sepanjang laga.
Komentar dari Pelatih dan Federasi Sepak Bola Vietnam
Pelatih Timnas Vietnam U-17, Hoang Anh Tuan, mengaku terkejut melihat kualitas permainan Indonesia. Ia bahkan memuji bagaimana Indonesia mampu bermain tenang meski menghadapi tekanan dari lawan yang memiliki nama besar.
āIni adalah versi Indonesia terbaik di level U-17 yang pernah saya lihat. Mereka bermain dewasa, tidak emosional, dan penuh perhitungan,ā ujar Anh Tuan kepada media lokal.
Sementara itu, pejabat dari VFF (Vietnam Football Federation) menyebut bahwa keberhasilan Indonesia menjadi cermin bahwa ASEAN bisa bersaing di level atas Asia.
āJika Indonesia bisa mengalahkan Korea Selatan, itu artinya Asia Tenggara juga punya harapan besar. Tapi tentu, kita harus berbenah lebih serius,ā ujar Wakil Presiden VFF, Tran Quoc Tuan.
Bima Sakti: Kemenangan Ini Milik Semua Rakyat Indonesia
Di kubu Indonesia, pelatih Bima Sakti menyambut kemenangan ini dengan rendah hati. Dalam konferensi pers usai pertandingan, ia mengungkapkan bahwa hasil ini adalah buah dari persiapan panjang dan kepercayaan terhadap kemampuan anak-anak muda Indonesia.
āKami tidak takut siapa pun. Kami respek pada Korea Selatan, tapi kami percaya dengan kemampuan sendiri. Anak-anak bermain luar biasa malam ini,ā ujar Bima.
Ia juga menyebut bahwa keberhasilan ini tak lepas dari dukungan PSSI, orang tua pemain, dan rakyat Indonesia yang terus mendukung dari berbagai penjuru.
Langkah Selanjutnya: Menatap Laga Kedua
Setelah kemenangan sensasional atas Korea Selatan, Indonesia akan menghadapi laga kedua melawan Suriah U-17. Jika meraih kemenangan kembali, Indonesia akan mengamankan tiket ke babak perempat final.
Media Vietnam pun kini menyatakan rasa penasaran mereka terhadap konsistensi skuad Garuda Muda. Apakah kemenangan ini hanya sensasi sesaat, atau awal dari kebangkitan besar Indonesia di kelompok umur.
āLaga melawan Suriah akan membuktikan apakah Indonesia benar-benar siap jadi kekuatan baru Asia,ā tulis VNExpress.
Revolusi Pembinaan Usia Muda Indonesia Jadi Sorotan
Banyak media Vietnam mengulas bahwa transformasi sepak bola usia muda Indonesia belakangan ini menjadi faktor utama di balik kemenangan atas Korea Selatan.
Program seperti Elite Pro Academy, keberadaan Garuda Select, dan keberanian PSSI mengirim tim muda ke Eropa untuk latih tanding, disebut sebagai langkah konkret yang bisa ditiru negara lain.
āIndonesia melatih pemain sejak usia muda dengan kualitas yang mendekati standar Eropa. Tak heran mereka kini bisa melawan tim-tim Asia Timur,ā tulis Bongda.vn.
Diaspora Indonesia U-17 Bikin Media Vietnam Kagum
Beberapa pemain diaspora juga mencuri perhatian, seperti Dean James yang tampil solid di lini belakang dan Joey Firmansyah, gelandang berdarah Belanda yang masuk di babak kedua dan langsung memberi dampak.
Vietnam belum terlalu berani menggunakan pemain diaspora di kelompok umur, dan media mereka menyebut strategi ini sebagai keberhasilan Indonesia dalam membangun ātim nasional globalā.
āIndonesia berani membuka pintu kepada anak-anak diaspora yang lahir dan besar di Eropa. Ini menambah kedalaman skuad mereka dan membawa pengalaman yang luar biasa,ā tulis Soha.vn.
Kesimpulan: Indonesia Kirim Pesan ke Asia
Mponix Register - Kemenangan atas Korea Selatan U-17 di Piala Asia U-17 2025 tidak hanya menjadi sejarah baru bagi sepak bola Indonesia, tetapi juga menjadi momen yang membuka mata Asia Tenggaraābahwa kekuatan baru telah lahir.
Media Vietnam, yang selama ini melihat Indonesia sebagai pesaing regional, kini mengakui bahwa Garuda Muda sedang menuju level yang lebih tinggi. Kekaguman mereka bukan tanpa alasan: Indonesia tampil taktis, efisien, dan matang.
Apakah ini awal dari kebangkitan besar sepak bola Indonesia di Asia? Jika tim U-17 ini mampu menjaga konsistensi, bukan tidak mungkin mereka akan menjadi fondasi emas Timnas Senior dalam beberapa tahun mendatang.
Yang jelas, kemenangan ini tak akan segera terlupakan, baik oleh publik Indonesia maupun oleh media dan suporter negara tetangga seperti Vietnam. Garuda Muda sudah terbang tinggiādan mereka belum berniat turun.